Minggu, 29 Agustus 2010

Sistem Ekskresi Pada Manusia

Oke guys, mungkin di kelas 8 kalian udah belajar tentang system pencernaan. Sekarang kita bakal ngulas tentang sistem pengeluaran. Di tubuh manusia sistem pengeluaran ada 3 macam, yaitu defekasi, sekresi dan ekskresi. Wah, apaan tuh? Yep, aku bakal kasih tau pengertiannya dulu. Defekasi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa hasil pencernaaan makanan yang tidak berguna lagi bagi tubuh melalui anus dalam bentuk feses (tinja/air besar). Sekresi adalah proses pengeluaran zat/getah yang masih berguna bagi tubuh, misal hormon dan enzim. Ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh bersama urine (air seni), keringat, atau pernafasan, Karena tidak pernah masuk ke dalam jaringan tubuh, zat-zat sisa pencernaan makanan tidak pernah mengalami proses metabolisme di dalam sel.


  • Alat-Alat Ekskresi Pada Manusia
Alat ekskresi pada manusia ada 4, yaitu ginjal, hati, kulit, dan paru-paru.

  1. Ginjal
Ginjal adalah alat
Ginjal adalah alat penyaring darah. Setiap tubuh memiliki 2 buah ginjal yang terletak di rongga perut sebelah kanan depan dan kiri depan ruas-ruas tulang belakang bagian pinggang. Ginjal kanan lebih rendah daripada ginjal kiri karena di atas ginjal kanan terdapat hati. Bentuk ginjal seperti biji kacang yang panjangnya 10-15 cm dan berat sekitar 200 gram.  Ginjal menyaring darah sebanyak 1500 liter per hari. .Zat urea, amonia, dan air dibuang melalui ginjal berupa irune.Urine yang dihasilkan sekitar 1,5 liter per hari.
a.       Urea dibentuk oleh hati dari protein yang tidak diperlukan darah. Urea terdiri dari zat nitrogen yang beracun bagi darah sehingga harus dibuang melalui proses ekskresi.
b.      Amonia adalah hasil dari perombakan protein. Senyawa ini berbahaya bagi tubuh sehingga harus dikeluarkan secara teratur melalui proses ekskresi.
c.       Air sangat penting dalam proses metabolisme tubuh, tapi jika jumlahnya berlabihan akan membuat konsentrasi darah menjadi tidak konstan. Karena itu kelebihan air harus dibuang agar keseimbangan konsentrasi darah terjaga. Proses ini disebut osmoregulasi.

Ginjal terbungkus selaput tipis yang disebut kapsula renalis yang terdiri dari jaringan fibrus. Ginjal terdiri dari kulit ginjal (korteks renalis), sumsum ginjal (medulla), dan rongga ginjal (renalis).

   Kulit Ginjal (Korteks Renalis) tersusun dari sel-sel ginjal (nefron) yang berjumlah sekitar 1 juta sel. Di dalam kulit gijal terdapat badan Malphigi yang terdiri dari Glomerolus dan kapsula Bowman. Glomerolus adalah kumpulan cabang-cabang halus atau anyaman pembuluh darah kapiler di bagian korteks. Kapsula Bowman adalah lapisan yang melingkupi glomerolus, bentuknya seperti cawan dan berdinding ganda. Di korteks terjadi proses penyaringan darah.
   Sumsum Ginjal (Medulla) berbentuk kerucut (renal pyramid). Medulla merupakan tempat berkumpulnya pembuluuh darah kapiler dari kapsula Bowman. Di dalam medulla akan terjadi proses reabsorbsi dan augmentasi oleh tubulus proksimal dan tubulus distal. Lengkung henle merupakan bagian yang menghubungkan tubulus proksimal dan tubulus distal.

Proses pembentukan urine:
1)      Darah yang membawa sisa-sisa metabolisme protein akan masuk ke ginjal melalui pembuluh darah menuju ke glomerolus.
2)      Di dalam glomerolus terjadi peristiwa penyaringan zat-zat yang terlarut dalam darah. Zat-zat yang dapat melewati saringan glomerolus disebut filtranglomerolus,  yaitu zat yang bermolekul kecil, seperti air, garam , amonia, urea, dan gula.
3)      Filtranglomerolus masuk ke kapsula Bowman dan ditampung. Lalu filtranglomerolus akan diteruskan ke tubulus proksimal.
4)      Di dalam tubulus proksimal akan terjadi penyerapan kembali terhadap zat yang masih diperlukan, yaitu garam, air, dan gula. Sedangkan zat-zat lain yang tidak dapat diserap akan menjadi urine primer.
5)      Urine primer masuk ke dalam tubulus distal dan akan terjadi augmentasi. Augmentasi adalah penambahan zat yang tidak diperlukan ke dalam urine sekunder. Urine sekunder adalah urine sesungguhnya.
6)      Urine sekunder ditampung di tubulus kolekta, lalu diteruskan ke ureter dan ditampung di kantung kemihsebelum dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.

Kandungan urine sehat adalah:
ü  Air 95%
ü  Urea, amonia, dan asam ureat yang merupakan hasil metabolisme protein.
ü  Garam mineral, terutama garam dapur (NaCl)
ü  Zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin) yang menyebabkan urine berwarna kuning.
ü  Zat-zat yang berlebihan dalam darah (hormon dan vitamin)

2. Kulit
Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat di permukaan tubuh. Pada permukaan kulit terdapat kelenjar keringat yang mengekskresikan zat-zat sisa. Zat sisa yang dikeluarkan melalui poro-pori kulit berupa keringat yang tersusun dari garam dapur (NaCl)  dan merupakan hasil metabolisme protein.
a.       Bagian-bagian kulit
Kulit manusia terdiri dari kulit ari (epidermis), kulit jangkat (dermis), dan jaringan ikat bawah kulit.

1)      Kulit Ari (Epidermis) adalah kulit yang paling luar dan sangat tipis sekali. Kulit ari terdiri dari lapisan tanduk dan lapisan malphigi.
   Lapisan Tanduk adalah lapisa kulit ari yang paling luar dan merupakan lapisan mati sehingga mudah mengelupas, tidak memiliki inti, dan mengandung zat keratin. Lapisan ini akan selalu baru, jika mengelupas tidak terasa sakit atau mengeluarkan darah karena tidak terdapat pembuluh darah dan saraf.
   Lapisan Malphigi merupakan kulit ari yang berada di bawah lapisan kulit tanduk. Lapisan ini tersusun dan sel-sel hidup yang selalu membelah diri. Pada lapisan ini terdapat pembuluh kapiler yang berperan untuk menyampaikan nutrisi. Sel-sel yang hidup mengandung melanin, yaitu pigmen sel yang mewarnai kulit dan melindungi sel dari akibat sinar matahari. Produksi melanin akan meningkat jika terlalu banyak mendapat sinar matahari sehingga warna kulit menjadi lebih gelap. Pigmen keratin dan melanin bergabung, maka orang tersebut dinamakan albino.
Di permukaan kulit ari terdapat pori-pori yang merupakan muara kelenjar minyak dan ditumbuhi oleh rambut, kecuali kulit ari yang ada di telapak tangan dan kaki. Kulit ari pada telapak tangan dan kaki terdiri dari 4 lapis:
ü  Stratum korneum
ü  Stratum granulosum
ü  Stratum lusidum
ü  Stratum germinalis
2)      Kulit Jangkat (Dermis) merupakan lapisan kedua dari kulit. Batas dengan epidermis dilapisi oleh membran basalis. Dermis lebih tebal dari pada epidermis. Dermis mempunyai serabut elastik yang memungkin kulit merenggang pada saat orang bertambah gemuk dan bergelambir pasa saat orang menjadi kurus.
Pada lapisan dalam dermis terdapat:
J  Pembuluh kapiler, berfungsi untuk menyampaikan nutrisi pada akar rambut dan sel kulit.
J  Kelenjar keringat (glandula sudorifera), tersebar diseluruh kulit dan berfungsi untuk menghasilkan keringat.
J  Kelenjar minyak (glandula sebaceae), berfungsi untuk menghasilkan minyak agar kulit dan rambut tidak kering dan mengkerut.
J  Katung rambut, memiliki akar dan batang rambut serta kelenjar minyak rambut. Pada saat dingin dan rasa takut, rambut yang ada di tubuh kita terasa berdiri. Hal ini disebabkan karena didekat akar rambut terdapat otot polos yang berfungsi menegakkan rambut.
J  Kumpulan saraf rasa nyeri, saraf rasa panas, saraf rasa dingin, dan saraf sentuhan.
3)      Jaringan Ikat Bawah Kulit berada di bawah dermis. Jaringan ini tidak memiliki pembatas yang jelas dengan dermis, sebagai patokannya adalah mulainya terdapat sel lemak. Pada lapisan kulit ini banyak terdapat lemak yang berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap benturan, menahan panas tubuh, dan sebagai sumber energi cadangan.
b.      Fungsi Kulit
1)      Sebagai alat pengeluaran zat sisa metabolisme berupa keringat yang air dan garam serta sisa bahan lainnya.
2)      Pengatur suhu tubuh saat tubuh dalam keadaan panas, pembuluh darah akan melebar dan mengeluarkan panas ke udara dan air banyak dikeluarkan dalam bentuk keringat. Demikian suhu tubuh akan turun. Cara pelepasan panas dari kulit bias juga terjadi dengan pengaliran panas dari benda yang disentuh. Jika tubuh dalam keadaan dingin, pembuluh darah akan mengerut, dan kelenjar keringat tidak mengeluarkan keringat. Hal ini terjadi karena untuk mengurangi pengeluaran panas dari tubuh. Untuk mengimbangi keadaan ini, alat ekskresi yang berperan dalam keadaan dingin adalah ginjal, sehingga kita sering merasa ingin buang air kecil.
3)      Tempat pembentukan vitamin D, karena di dalam kulit terdapat provitamin D yang dapat diubah menjadi vitamin D dengan bantuan sinar UV matahari pada pagi hari. Vitamin D sangat penting untuk pembentukan kulit.
4)      Tempat penyimpanan, yaitu kulit dan jaringan bagian bawah bekerja sebagai tempat penyimpanan air. Jaringan adipose dibawah kulit sebagai tempat penyimpanan lemak.
5)      Pelindung tubuh dari gangguan fisik berupa tekanan, gangguan yang bersifat kimia, gangguan yang bersifat biologis (serangan jamur dan bakteri), juga menjaga tubuh agar tidak kehilangan banyak air dan melindungi tubuh dari sinar UV.
6)      Indera peraba, karena pada lapisan dermis terdapat kumpulan saraf yang bisa menangkap rangsangan berupa suh, nyeri, dan tekanan. Rangsangan tersebut akan disampaikan ke otak sebagai pusat informasi sehingga kita dapat mengetahui apa yang kita sentuh.
3. Hati
Hati merupakan jaringan terbesar pada manusia, warnanya merah tua, dan beratnya sekitar 2 kg pada orang dewasa. Hati dapat dikatakan sebagai alat sekresi dan ekskresi karena hati menghasilkan empedu dan empedu yang dikeluarkan mengandung zat sisa yang berasal dari sel darah merah (eritrosit)  yang rusak dan dihancurkan di dalam limpa.
Di dalam hati, eritrosit akan dipecah menjadi hemin dan globin. Hemin akan diubah menjadi zat warna empedu, yaitu bilirubin dan biliverdin. Zat warna empedu keluar bersama feses dan urine, dan akan memberi warna pada feses dan urine menjadi berwarna kuning.
Selain itu hati juga berfungsi sebagai:
  •   Menyimpan gula dalam bentuk glikogen
  • Menawarkan racun
  • Membuat vitamin A yang berasal dari provitamin A
  • Mengatur kadar gula dalam darah
  • Membuat fibrinogen serta protombin
  • Menghasilkan zat warna empedu
  • Tempat pembentuk urea

4. Paru-paru
Paru-paru adalah organ yang bertindak sebagai alat pernafasan. Selain itu paru-paru juga bertindak sebagai alat ekskresi dengan mengeluarkan karbondioksida dan  uap air. Kedua zat ini harus dikeluarkan agar tidak mengganggu fungsi tubuh. Paru-paru terletak di dalam rongga dada dan bagian bawahnya menempel pada diafragma.

B. Gangguan Pada Sistem Ekskresi

1. Gangguan pada ginjal
Fungsi ginjal dapat terganggu karena infeksi bakteri, radang, batu ginjal, dan sebagainya. Jika salah 1 ginjal tidak berfungsi, maka ginjal yang satunya lagi akan mengambil alih tugas ginjal yang pertama. Namun jika kedua-duanya rusak akan berakibat sangat fatal kerena urea akan tertimbun dalam tubuh dan menyebabkan kematian.

a.       Batu Ginjal, terjadi karena adanya endapan garam kalsium dalam ginjal sehingga menghambat keluarnya urine dan menimbulkan nyeri. Penyakit ini dapat diatasi dengan pembedahan dan sinar laser. Tujuan dari pembedahan untuk membuang endapan garam kalium. Tujuan menggunakan sinar laser untuk memecahkan endapan garam kalisum.
b.      Radang ginjal (nefritis) terjadi karena adanya kerusakan nefron, khususnya glomerolus yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Rusaknya nefron mengakibatkan urine masuk kembali ke dalam darah dan penyerapan air menjadi terganggu sehingga timbul pembengkakan di daerah kaki. Penderita nefritis bias disembuhkan dengan cangkokan ginjal atau cuci darah secara rutin. Cuci darah biasanya dilakukan sampai penderita mendapatkan donor ginjal yang memiliki kesesuaian jaringan dengan organ penderita.
c.       Gagal ginjal terjadi jika salah 1 ginjal tidak berfungsi. Kegagalan salah 1 ginjal ini akan diambil alih tugasnya oleh ginjal lain. Namun, keadaan ini akan tetap menimbulkan resiko sangat tinggi karena menyebabkan penimbunan urea dalam tubuh dan kematian. Penyakit ini dapat diatasi dengan cangkok ginjal atau menggunakan ginjal tiruan sampai ginjal asli dapat berfungsi kembali.

2. Gangguan pada kulit
Gangguan pada kulit berupa kelainan dan penyakit. Ada penyakit yang berbahaya dan tidak berbahaya.

a.       Biduran disebabkan oleh udara dingin, alergi makanan, dan alergi bahan kimia. Biduran ditandai dengan timbulnya bentol-bentol yang tidak beraturan dan terasa gatal. Biduran dapat berlangsung beberapa jam dan dapat juga belangsung berhari-hari. Jika penyakit ini disebabkan oleh alergi, maka cara pencegahannya adalah dengan menghindari bahan makanan dan produk kimia yang menyebabkan alergi. Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan resep obat dari dokter.
b.      Ringworm adalah sejenis jamur yang menginfeksi kulit. Infeksi ini ditandai dengan timbulnya bercak lingkaran di kulit. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan menjaga kulit agar tetap kering dan tidak lembab. Pengobatannya dilakukan dengan mengkonsumsi obat anti jamur.
c.       Psoriasis belum dapat disembuhkan secara total, tapi pengobatan teratur dapat menekan gejala menjadi tidak nampak. Gejala yang ditimbulkan adalah kulit kemerahan yang dapat terjadi di kulit kepala, siku, punggung, dan lutut. Penyebab pasti penyakit ini belum bias ditentukan, tapi hasil dari banyak penelitian penyakit ini disebabkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Ada 2 tipe sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh, yaitu sel limsofit T dan limsofit B. Pada psoriasis terjadi aktifitas limsofit T yang tidak normal di kulit. Ini menyebabkan kulit menjadi meradang secara berlebihan.
d.      Kanker kulit disebabkan oleh penerimaan sinar matahari yang berlebihan. Penyakit ini lebih sering menyerang orang yang berkulit putih atau terang karena warna kulit tersebut lebih sensitif terhadap sinar matahari. Pencegahan dapat dilakukan dengan tabir surya atau menghindari kontak dengan sinar matahari yang terlalu banyak.

3. Gangguan pada hati
Penyakit hati bisa disebabkan oleh infeksi virus, tidak bekerjanya hati dan empedu. Kelainan dan penyakit yang berhubungan dengan hati misalnya penyakit hepatitis dan kuning.

a.       Hepatitis adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Virus hepatitis ada beberapa macam, misalnya virus hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B lebih berbahaya daripada hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Hepatitis dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi.
b.      Penyakit kuning disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan cairan empedu tidak dapat dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga masuk kedalam darah dan warna darah menjadi kuning. Kulit penderita tampak pucat kekuningan, bagian putih bola mata berwarna kekuningan dan kuku jaripun berwarna kuning. Hal ini terjadi karena di seluruh tubuh terdapat pembuluh darah yang mengangkut darah berwarna kekuningan kerena bercampur dengan cairan empedu.

4. Gangguan Pada Paru-paru
Penyebab utama yang membuat paru-paru tidak berfungsi secara optimal adalah inveksi virus dan bakteri serta polusi udara. Polusi udara disebabkan oleh asap pabrik, kendaraan, pembakaran, dan asap rokok. Penyakit paru-paru misalnya asma, TBC, pneumonia, dan kanker paru-paru.

a.             Asma dikenal dengan nama bengek yang disebabkan oleh bronkospasme. Asma merupakan penyempitan saluran pernafasan utama pada paru-paru. Gejala penyakit ini ditandai dengan susah untuk bernafas atau sesak nafas. Penyakit ini tidak menular dan bersifat menurun. Kondisi lingkungan yang udaranya tidak sehat atau telah tercemar akan memicu serangan asma.
b.            Tuberculosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyerang paru-paru sehingga pada bagian dalam alveolus terdapat bintil-bintil. TBC dapat menyebabkan kematian. Sebagian besar orang yang terinfeksi oleh bakteri tuberculosis menderita TBC tanpa mengalami gejala, hal ini disebut lantent tuberculosis. Apabila penderita lantent tuberculosis tidak menerima pengobatan maka akan berkembang menjadi active tuberculosis. Active tuberculosis adalah kondisi dimana sisitem kekebalan tubuh tidak mampu untuk melawan bakteri tuberculosis yang terdapat dalam tubuh, sehingga menimbulan infeksi terutama pada bagian paru-paru. TBC dapat diatasi dengan terapi sebagai berikut:
  •    Pengguna vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin), diberikan mulai dari bayi. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin BCG dapat bertahan untuk 10-15 tahun, sehingga pada usia 12-15 tahun dapat dilakukan vaksinasi ulang.
  • Pengobatan pada pasien lantent tuberculosis
  • Pengobatan pada active tuberculosis dengan menggunakan antibiotik selama kurang lebih 6 bulan tidak boleh putus.
c.             Pneumonia disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur yang menginfeksi paru-paru khususnya di alveolus. Penyakit ini menyebabkan oksigen susah masuk karena alveolus dipenuhi oleh cairan.

0 komentar:

Posting Komentar